Sejarah TLS dan Apa itu TLS ?

Pada saat ini, kasus kejahatan di dunia maya seperti pencurian data dan kejahatan lainnya sudah tak terhitung lagi, tahun demi tahun terus meningkat. Oleh karena itu, teknologi keamanan internet banyak diperbaharui terhadap sistem keamanan dari segala serangan tindak kejahatan dunia maya.

Dengan demikian, tugas dari IETF (Internet Engineering Task Force) yang sudah menyetujui adanya pembaruan standart keamanan, yang terbaru dengan TLS versi 1.3 yang rilis pada Agustus 2018 lalu.

TLS terbaru ini memliki fitur keunggulan yaitu lebih cepat dan lebih aman dari TLS generasi sebelumnya.

Oke, langsung aja Apa itu TLS? pasti diantara kalian ada yang belum memahami dan bahkan terdengar asing kata “TLS” ini.

TLS (Transport Layer Security) adalah penerus dari SSL (Secure Socket Layer) yang menyediakan, yang dimana komunikasi aman antara server dan pengguna (User).

Dan yang ga kalah kerennya lagi adalah TLS versi 1.3 ini memiliki koneksi yang aman, karena menggunakan Symmetric Cryptography yang digunakan untuk melakukan enskripsi setiap data penting yang dikirimkan.

Jadi, kunci pada saat terkoneksi dibuat secara unik dan didasarkan pada kerahasiaan bersama yang sudah di negosiasikan pada awal sesi, ini yang disebut TLS Handshake.

Gambar perbedaan TLS 1.2 dan 1.3, source : embeddedcomputing.com

Sejarah Perkembangan TLS

Sejarah perkembangan TLS ini, pertama kali di rilis pada pertengahan tahun 90 an bersamaan dengan munculnya Netscape Browser dan SSL generasi pertama 1.0. Pada tahun 1999, perkembangan SSL sudah mencapai versi 3.0.

Kemudian, dirubah lah namanya menjadi TLS versi 1.0, pada saat itu membutuhkan waktu 7 tahun tepatnya April 2006 TLS merilis update terbarunya ke versi 1.1. Dengan berbagai pembaruan penting pastinya.

Tidak lama kemudian dari versi sebelumnya, pembaruan TLS versi 1.2 rilis pada Agustus 2008.

Dan pada akhirnya, TLS 1.3 muncul pada tahun 2018 pada pertengahan tahun, yang menjadi penyempurnaan dari versi sebelumnya. Banyak fitur yang ada di TLS 1.2 yang dihapus seperti SHA-1, RC4, DES, 3DES, AES-CBC, MD5, Arbitrary Diffie – Hellman groups dan Export Strength ciphers. Alasan penghapusan pada fitur protokol yang dimiliki TLS 1.2 ialah menyederhanakan beberapa fitur yang memudahkan administrator dan para pengembang meminimalisir kesalahan pada saat melakukan konfigurasi protokol tersebut.

Demikian Sejarah dan pengertian tentang TLS, terimakasih sudah mengunjungi artikel ini.

Artikel Sebelumnya :  Cara Edit Tema WordPress dengan Plugin Theme Editor

 

Source : gudangssl.id




( ! ) Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-content/plugins/wp-optimize/minify/class-wp-optimize-minify-fonts.php on line 203
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0002357728{main}( ).../index.php:0
20.0003358008require( '/www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-blog-header.php' ).../index.php:17
30.57148802136require_once( '/www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-includes/template-loader.php' ).../wp-blog-header.php:19
40.58128869600include( '/www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-content/themes/pmix016/single.php' ).../template-loader.php:106
51.480010229944get_footer( ).../single.php:16
61.480010230320locate_template( ).../general-template.php:92
71.480210230416load_template( ).../template.php:676
81.480210230832require_once( '/www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-content/themes/pmix016/footer.php' ).../template.php:730
91.515710438496wp_footer( ).../footer.php:152
101.515710438496do_action( ).../general-template.php:3025
111.515710438872WP_Hook->do_action( ).../plugin.php:484
121.515710438872WP_Hook->apply_filters( ).../class-wp-hook.php:316
131.516510440096wp_print_footer_scripts( ).../class-wp-hook.php:292
141.516510440096do_action( ).../script-loader.php:2010
151.516510440472WP_Hook->do_action( ).../plugin.php:484
161.516510440472WP_Hook->apply_filters( ).../class-wp-hook.php:316
171.525910444232WP_Optimize_Minify_Front_End->process_footer_css( ).../class-wp-hook.php:292
181.528010451280WP_Optimize_Minify_Fonts::concatenate_google_fonts( ).../class-wp-optimize-minify-front-end.php:1456
191.528010451408WP_Optimize_Minify_Fonts::convert_v1_font_specs_to_v2( ).../class-wp-optimize-minify-fonts.php:50
201.528110452856strpos ( ).../class-wp-optimize-minify-fonts.php:203

( ! ) Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-content/plugins/wp-optimize/minify/class-wp-optimize-minify-fonts.php on line 203
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0002357728{main}( ).../index.php:0
20.0003358008require( '/www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-blog-header.php' ).../index.php:17
30.57148802136require_once( '/www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-includes/template-loader.php' ).../wp-blog-header.php:19
40.58128869600include( '/www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-content/themes/pmix016/single.php' ).../template-loader.php:106
51.480010229944get_footer( ).../single.php:16
61.480010230320locate_template( ).../general-template.php:92
71.480210230416load_template( ).../template.php:676
81.480210230832require_once( '/www/wwwroot/penjurumedia.co.id/wp-content/themes/pmix016/footer.php' ).../template.php:730
91.515710438496wp_footer( ).../footer.php:152
101.515710438496do_action( ).../general-template.php:3025
111.515710438872WP_Hook->do_action( ).../plugin.php:484
121.515710438872WP_Hook->apply_filters( ).../class-wp-hook.php:316
131.516510440096wp_print_footer_scripts( ).../class-wp-hook.php:292
141.516510440096do_action( ).../script-loader.php:2010
151.516510440472WP_Hook->do_action( ).../plugin.php:484
161.516510440472WP_Hook->apply_filters( ).../class-wp-hook.php:316
171.525910444232WP_Optimize_Minify_Front_End->process_footer_css( ).../class-wp-hook.php:292
181.528010451280WP_Optimize_Minify_Fonts::concatenate_google_fonts( ).../class-wp-optimize-minify-front-end.php:1456
191.528010451408WP_Optimize_Minify_Fonts::convert_v1_font_specs_to_v2( ).../class-wp-optimize-minify-fonts.php:50
201.528810470432strpos ( ).../class-wp-optimize-minify-fonts.php:203