Benarkah Galaxy S10 Tidak Memakai Sensor Iris?

Benarkah Galaxy S10 Tidak Memakai Sensor Iris?

Kabar buruk soal Samsung yang menghilangkan pemindai iris di Galaxy S10 semakin santer. Seorang sumber dalam mengonfirmasi jika Samsung akan tetap menggunakan pemindai sidik jari sebagai kunci keamanan biometrik.

Iris scanner digunakan untuk mengenali iris mata pengguna, menggunakan sensor kamera infrared. Fitur ini digunakan untuk membuka kunci smartphone. Samsung pertama kali mengaplikasikan teknologi ini pada Galaxy Note 7 (2016).

Lini Galaxy setelahnya yakni Galaxy S8, Galaxy Note 8 Galaxy S9 da Galaxy Note 9 juga menggunakan teknologi yang sama. Tidak diketahui pasti apa alasan Samsung menghilangkan sensor iris scanner ini. Tapi dengan mendepak pemindai iris, Samsung akan semakin leluasa membuat layar dengan bingkai (bezel) semakin tipis.

Bingkai sangat tipis, display tentu akan semakin luas dan mendukung pengalaman video dan gaming. Selain itu, teknologi pemindai sidik jari juga semakin berkembang hari ini.

Teknologi pemindai sidik jari dalam layar akan mulai dipatrikan di trio model Galaxy S10 tahun depan. Teknologi ini memang sudah banyak disematkan vendor china, seperti Vivo dan Oppo yang menggunakan sensor Synaptic optic.

Samsung akan menggunakan teknologi pemindai sidik jari dengan sensor ultrasonik yang dikembangkan Qualcomm untuk dua seri unggulan Galaxy S10.

Kemungkinan akan menggunakan optical display fingerprint atau sensor kunci di sisi samping perangkat. Teknologi pemindai sidik jari ultrasonik diklaim lebih akurat dan aman dibanding pemindai sidik jari konvensional.

Layaknya smartphone pemindai sidik ajri dalam layar lainnya, Samsung kemungkinan besar akan menempatkan sensor tersebut di bagian bawah panel OLED.

Produksi Galaxy S10 saat ini masih belum rampung. Maka dari itu, segala kemungkinan masih akan terjadi, termasuk apakan rumor ini benar atau tidak.



Leave a Reply